Diberdayakan oleh Blogger.

follower

Mengenai Saya

RSS

Cara Membuat Flag Counter

Halo sahabat blogger.... ... aku posting tentang trik blogging kali ini.... kita akan membahas mengenai "Cara Membuat Flag Visitor (Flag Counter). gambar diatas adalah contoh gambar website Flag Counter.. yuk kita bahas

1. Kunjungi Flag Counter

2. Atur Bentuk Widget Flag Counter.. Aku Bantuin :

Maximum Flag to Show : 50 (Berarti Widget kamu akan ada 50 gambar negara yang mengunjungi blog kamu)

Column of Flag : 2 (Angka 2 Sudah Cukup untuk membuat widget menjadi sempurna)

Background Colour : Terserah mau di isi warna apa...

Text Colour : Terserah mau di isi warna apa...

Border Colour : Terserah mau di isi warna apa...


Centang "Show Country Code dan Show Pageview Count"

Terus Klik "GET YOUR FLAG COUNTER"


Nanti pilih kotak yang diatasnya ada tulisan "Code For Website". didalam kotak itu, ada kode untuk disimpan di Java Script.. Jangan Kupa Copy kodenya.. !

3. Login ke Blogger

4. Klik Tata Letak

5. Tambah Gadget

6. Klik Java Script

7. Pastekan Kode yang dibawah tulisan "Code For Website Tadi".




Happy Blogging

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HARDDISK SATA 1TB

Barracuda 7200.11 SATA 3Gb / s
Hard Drive 1-TB

Menggabungkan komponen terbukti, teknologi state-of-the-art dan keahlian di bidang manufaktur volume, Seagate ® Barracuda ® 7200.11 drive-generasi 11 dari keluarga ini memenangkan penghargaan drive desktop keras memberikan 1 TB berkinerja tinggi, ramah lingkungan digital penyimpanan. Dirancang dengan akustik industri terkemuka dan tingkat daya, dan pemenang penghargaan Seagate teknologi PMR, Barracuda 7200.11 drive menawarkan kombinasi yang ideal teknologi kelas dunia dan biaya total kepemilikan terendah.






Kapasitas
• 1TB
Interface
• SATA 3Gb / s
Cache
• 32MB
Spin Speed (RPM)
• 7200
Model ST31000340AS SATA 3Gb/s 1TB 32MB 7200 Model ST31000340AS SATA 3Gb / s 32MB 1TB 7200

Best-Fit Applications Best-Fit Applications
• Gamer PC
• Mainstream PC
• Desktop RAID
• USB / FireWire / eSATA penyimpanan eksternal pribadi
Seagate memiliki rekam jejak yang terbukti konsisten menghasilkan produk yang dapat diandalkan dalam volume, dan baru Barracuda 7200.11 keluarga tidak terkecuali. Dirancang dengan hingga empat piring-piring dan teknologi generasi kedua rekaman hanya tegak lurus dalam industri, Barracuda 7200.11 drive menawarkan keseimbangan yang ideal teknologi kelas dunia dan nilai, menyediakan pelanggan dengan solusi optimal secara keseluruhan. Kapasitas, keandalan dan kinerja drive ini menjamin ketahanan konten digital untuk tahun-tahun mendatang.


Key Features and Benefits Fitur Utama dan Manfaat
• Delivers the industry's highest capacity—up to 1.5 TB of storage (also 1 TB and 750, 640, 500, 320 and 160 GB) Memberikan industri tertinggi kapasitas sampai dengan 1,5 TB penyimpanan (juga 1 TB dan 750, 640, 500, 320 dan 160 GB)
• Ships with the industry's most reliable and proven perpendicular magnetic recording (PMR) technology Kapal dengan paling dapat diandalkan dan terbukti rekaman magnetik tegak lurus industri teknologi (PMR)
• Delivers high performance Memberikan performa tinggi
o Up to 120 MB/s sustained data rate Sampai dengan 120 MB / s data rate berkelanjutan
o 32-MB and 16-MB cache buffer (8 MB on 160 GB) 32-MB dan 16-MB buffer cache (8 MB 160 GB)
• Environmentally friendly Ramah lingkungan
o Consumes up to 43 percent less power during idle than previous products, enabling customers to build low-power systems Membutuhkan sampai dengan daya 43 persen lebih sedikit selama menganggur daripada produk sebelumnya, memungkinkan pelanggan untuk membangun sistem low-power
o Meets strict RoHS environmental requirements Memenuhi persyaratan lingkungan yang ketat RoHS
• Leverages best combination of technology (areal density, PMR) and proven components for volume availability Kombinasi terbaik memanfaatkan teknologi (areal density, PMR) dan komponen terbukti untuk ketersediaan volume



Seagate Barracuda 7200.11 Drive-Pilihan Eco-Friendly
Seagate Barracuda 7200.11 drive memberikan hingga 43 persen penghematan energi melalui desktop generasi sebelumnya tanpa mengorbankan tingkat energi dan sistem kinerja, memberikan pelanggan kemampuan untuk memproduksi sistem PC ramah lingkungan dan sistem penyimpanan eksternal yang memenuhi kebutuhan energi-tabungan.
Seagate hard drive telah lama diproduksi dengan lingkungan dalam pikiran, dan tidak hanya dengan konsumsi daya yang rendah. Seperti semua drive Seagate lain, Barracuda 7200.11 keluarga produk sesuai dengan Pembatasan Zat Berbahaya (RoHS) Directive-peraturan yang membatasi penggunaan bahan berbahaya dalam barang elektronik. Seagate juga merasa bangga dalam melaksanakan berbagai pembatasan bahan sukarela untuk kebaikan lingkungan.
Seagate berkomitmen untuk meminimalkan dampak dari produk dan operasi kami pada lingkungan, dan menghasilkan energi yang efisien, hard drive RoHS-compliant adalah salah satu elemen dari komitmen tersebut. Fasilitas kami dioperasikan untuk menjadi energi efisien dan mengurangi jejak karbon kita. Sebagai contoh, Seagate telah menerapkan langkah-langkah efisiensi produksi, seperti menggantikan atau merenovasi peralatan kurang efisien, mengakibatkan 20 persen peningkatan efisiensi produksi pada basis per-hard-drive. Hanya dalam waktu enam bulan ini menyampaikan simpanan 158.930.000 kWh, atau energi yang cukup untuk kekuatan hampir 15.000 rumah AS selama satu tahun. Seagate juga telah menyebarkan minimisasi limbah agresif dan program daur ulang di fasilitas di seluruh dunia.
Seagate karyawan terlibat penuh dalam lingkungan ini komitmen dan berpartisipasi dalam banyak cara, dari hard drive berinovasi ramah lingkungan, menanam pohon di fasilitas perusahaan dan mengidentifikasi perbaikan manufaktur ramah lingkungan untuk mobil-penyatuan dan telecommuting.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kesehatan dan keselamatan kerja

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan pekerjaannya. Keselamatan dan kesehatan kerja atau sering disebut K3 dewasa ini merupakan istilah yang sangat populer. Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata ‘safety’ dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss).
Kesehatan berasal dari bahasa Inggris ‘health’, yang dewasa ini tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial. Dengan demikian pengertian sehat secara utuh menunjukkan pengertian sejahtera (well-being).

Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja menurut para ahli :
Menurut Mangkunegara (2002, p.163) : Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya.
Menurut Simanjuntak (1994) : Keselamatan kerja adalah kondisi keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan, dan kondisi pekerja mumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
Menurut Suma’mur (2001, p.104) : Keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.
Dari pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa kesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan penyakit akibat bekerja yang berkaitan dengan alat kerja, bahan dan proses pengolahannya yang pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan antara keselamatan dan kesehatan kerja.
Pada hakekatnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai tujuan untuk memperkecil atau menghilangkan potensi bahaya atau risiko yang dapat mengakibatkan kesakitan dan kecelakaan dan kerugian yang mungkin terjadi. Konsep berpikir Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah menghindari resiko sakit dan celaka dengan pendekatan ilmiah dan praktis secara sistimatis (systematic), dan dalam kerangka pikir kesistiman (system oriented).
Untuk lebih memahaminya berikut tujuan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja :
1. Setiap pegawai mendapat jaminan kesehatan dan keselamatan kerja baik secara fisik,social dan psikologis
2. Setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja
3. Terhindar dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja
4. Mengurangi bahaya kecelakaan akibat kerja
5. Mengurangi penyakit atau resiko penyebab penyakit
6. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja dapat digunakan sesuai prosedur sebaik-baiknya
7. Perbaikan lingkungan kerja dan pekerjan yang mendukung kesehatan dan keselamatan
8. Pekerjaan dapat terselesaikan secara maximal tanpa ada gangguan

Dari beberapa tujuan diatas kita bisa sedikit memahami betapa pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dengan semakin mengerti apa itu K3 maka potensi terjadinya kecelakaan akan semakin rendah dan dengan sendirinya produktifitas kerjapun akan tercipta secara maksimal.

B. Prinsip-Prinsip Dalam K3
Menurut ILO (International Labor Organization) dalam resolusinya menyatakan ada 3 prinsip dasar K3, yaitu :
1. Pekerjaan harus dilakukan dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.
2. Kondisi kerja harus konsisten dengan pekerja kesejahteraan dan martabat manusia.
3. Pekerjaan harus menawarkan kemungkinan nyata untuk pencapaian pribadi, pemenuhan diri, dan pelayanan kepada masyarakat
Pekerjaan dilakukan dalam lingkungan yang aman dan sehat,sebab dalam lingkungan yang sehatlah akan tercipa suasana yang aman. Aman disni berarti bebas dari macam bibit penyakit yang akan membahayakan pekerja sendiri. Tujuan K3 yang sesungguhnya adalah mengurangi resiko kecelakaan, dengan lingkungan yang aman ini juga akan mengurangi kecelakaan tersebut. Kondisi kerja harus konsisten yang dimaksudkan adalah kondisi kerja yang dapat menjamin kesejahteraan baik bagi pekerja itu sendiri atau bagi pasien.

C. Ruang Lingkup Kesehatan Dan Keselamatan Kerja
Kesehatan dan keselamatan kerja sesungguhnya mempunyai arti yang luas, tidak hanya ditujukan kepada tenaga kerjanya saja melainkan meliputi juga alat dan lingkungannya.
1. Keselamatan kerja tenaga kerja
Tenaga kerja harus dijaga jangan sampai menderita akibat dari pekerjaanya. Mereka perlu dicegah dan diselamatkan dari bahaya yang ditimbulkan atau diakibatkan oleh :
a. Bahan kimia / reagensia
b. Semua peralatan yang digunakan
c. Bibit penyakit yang ada disampel
d. Bahaya listrik dan panas
Mereka perlu diberikan ilmu untuk mencegah dan menyelamatkan dari masing-masing subyek diatas. Bahan kimia yang berbahaya dapat menimbulkan kerugian bagi tenaga kerja, alat dan lingkungannya.
Bahan kimia ini dapat :
a. Merusak secara langsung : asam keras dan basa keras
b. Beracun terhadap manusia : arsen, sublimat dan cyanida
c. Menimbulkan gas atau uap yang berbahaya bagi tenaga kerja : asam keras atau basa keras
d. Mudah terbakar atau meledak : eter, asam sulfat
2. Keselamatan kerja terhadap alat
Semua peralatan yang digunakan baik yang dibuat dari bahan gelas, logam, alumunium, plastik dan bahan lainnya perlu dipelajari cara pemakaian, pembersihan/sterilisasi, pemeliharaan dan penyimpanan. Bagi alat-alat elektris harus mendapat perhatian khusus lagi, karena alat-alat ini mudah rusak, terbakar dan berubah kualitasnya. Cara kalibrasi frekuensi kalibrasi harus dikerjakan secara teratur oleh tenaga ahli.
3. Keselamatan kerja lingkungan
Lingkungan kerja disini mulai dari ruangan, bangunan tempat bekerja dan lingkungna sekitar tempat kita bekerja. Lingkungan harus dijaga jangan sampai tercemar oleh sampah / air dari laboratorium, karena sampah dan air limbah laboratorium mengandung bahan berbahaya serta kemungkinan mengandung bibit penyakit.
Pembuangan sampah juga harus dibedakan, antara sampah cair dan padat. Sampah padat dimasukkan kedalam kantong plastik. Sedangkan sampah cair yang diperkirakan mengandung bibit penyakit diberikan desinfektan sebelum dibuang keluar, dan yang mengandung bahan kimia bahaya dinetralkan dulu dengan bahan kimia lain kemudian diendapkan dan dibuang keluar.

D. Penyebab Terjadinya Kecelakaan Dan Cara Pencegahannya
Dalam pelaksanaannya K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada akhirnya dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.
Untuk memahami penyebab dan terjadinya sakit kecelakaan, terlebih dahulu perlu dipahami potensi bahaya yang ada, kemudian perlu mengenali (identify) potensi bahaya tadi, keberadaannya, jenisnya, dan seterusnya. Setelah itu perlu dilakukan penilaian bagaimana bahaya tadi dapat menyebabkan risiko sakit dan celaka dan dilanjutkan dengan menentukan berbagai cara untuk mengendalikan atau mengatasinya.
Sebelum kita mengenali penyebab terjadinya kecelakaan, kita juga harus mengerti mengenai Determinan Kesehatan Kerja :

Determinan Kesehatan Kerja
Untuk mencapai produktivitas kerja yang setinggi-tingginya diperlukan suatu prakondisi yang menguntungkan bagi masyarakat pekerja tersebut. Prakondisi inilah yang penulis sebut sebagai diterminan kesehatan kerja, yang mencakup tiga faktor utama, yakni: beban kerja, beban tambahan akibat dari lingkungan kerja, dan kemampuan kerja.
a. Beban Kerja
Setiap pekerjaan apapun jenisnya apakah pekerjaan tersebut memerlukan kekuatan otot atau pemikiran merupakan beban bagi yang melakukan. Dengan sendirinya beban ini dapat berupa beban fisik, beban mental, ataupun beban sosial sesuai dengan jenis pekerjaan si pelaku. Seorang kuli angkat junjung di pelabuhan sudah tentu akan memikul beban fisik lebih besar daripada beban mental atau sosial. Sebaliknya seorang petugas bea dan cukai pelabuhan akan menanggung beban mental dan sosial lebih banyak dari pada beban fisiknya. Masing-masing orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam hubungannya dengan beban kerja ini. Ada orang yang lebih cocok untuk menanggung beban fisik, tetapi orang lain yang cocok melakukan pekerjaan yang lebih banyak pada beban mental atau sosial. Oleh sebab itu, penempatan seorang pekerja atau karyawan seharusnya tepat sesuai dengan beban optimum yang sanggup dilakukan. Tingkat ketepatan penempatan seseorang pada suatu pekerjaan, di samping didasarkan pada beban optimum, juga dipengaruhi oleh pengalaman, keterampilan, motivasi dan sebagainya.
Kesehatan kerja berusaha mengurangi atau mengatur beban kerja para karyawan atau pekerja dengan cara merencanakan atau mendesain suatu alat yang dapat mengurangi beban kerja. Misalnya alat untuk mengangkat barang yang berat diciptakan gerobak, untuk mempercepat pekerjaan tulis menulis diciptakan mesin ketik, untuk membantu beban hitung-menghitung diciptakan kalkulator atau komputer, dan untuk membantu seorang analis diciptakan alat-alat yang canggih dan tepat.
b. Beban Tambahan
Di samping beban kerja yang harus dipikul oleh pekerja atau karyawan, pekerja sering atau kadang-kadang memikul beban tambahan yang berupa kondisi atau lingkungan yang tidak menguntungkan bagi pelaksanaan pekerjaan. Disebut beban tambahan karena lingkungan tersebut mengganggu pekerjaan, dan harus diatasi oleh pekerja atau karyawan yang bersangkutan. Beban tambahan ini dapat dikelompokkan menjadi 4 faktor yakni:
1. Faktor fisik, misalnya: penerangan/pencahayaan yang tidak cukup, suhu udara yang panas, kelembaban yang tinggi atau rendah, suara yang bising, dan sebagainya
2. Faktor kimia, yaitu bahan-bahan kimia yang menimbukan gangguan kerja, misalnya: bau gas, uap atau asap, debu, dan sebagainya.
3. Faktor biologi, yaitu binatang atau hewan dan tumbuhtumbuhan yang menyebabkan pandangan tidak enak mengganggu, misalnya: nyamuk,lalat, kecoa, lumut, aman yang tak teratur, dan sebagainya
4. Faktor sosial-psikologis, yaitu suasana kerja yang tidak harmonis, misalnya: adanya klik, gosip, cemburu, dan sebagainya.
Agar faktor-faktor tersebut tidak menjadi beban tambahan kerja, atau setidak-tidaknya mengurangi beban tambahan tersebut, maka lingkungan kerja harus ditata secara sehat atau lingkungan kerja yang sehat.

c. Kemampuan Kerja
Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan berbeda dengan seseorang yang lain, meskipun pendidikan dan pengalamannya sama, dan bekerja pada suatu pekerjaan atau tugas yang sama. Perbedaan ini disebabkan karena kapasitas orang tersebut berbeda.
Kapasitas adalah kemampuan yang dibawa dari lahir oleh seseorang yang terbatas. Artinya kemampuan tersebut dapat berkembang karena pendidikan ataua pengalaman tetapi sampai pada batas tertentu saja. Jadi, dapat diumpamakan kapasitas ini adalah suatu wadah kemampuan yang dipunyai oleh masing-masing orang. Kapasitas dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: gizi dan kesehatan ibu, genetik, dan lingkungan. Selanjutnya kapasitas ini mempengaruhi atau menentukan kemampuan seseorang. Kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan di samping kapasitas juga dipengaruhi oleh pendidikan, pengalaman, kesehatan, kebugaran, gizi, jenis kelamin, dan ukuran-ukuran tubuh. Kemampuan tenaga kerja pada umumnya diukur dari keterampilannya dalam melaksanakan pekerjaan. Semakin tinggi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja, semakin efisien badan (anggota badan), tenaga dan pemikiran (mentalnya) dalam melaksanakan pekerjaan. Penggunaan tenaga dan mental atau jiwa yang efisien, berarti beban kerjanya relatif rendah. Dari laporan-laporan yang ada, para pekerja yang mempunyai keterampilan yang tinggi angka absentisme karena sakit lebih rendah daripada mereka yang keterampilannya rendah. Pekerja yang keterampilannya rendah akan menambah beban kerja mereka, yang akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan mereka. Oleh karena kebugaran, pendidikan dan pengalaman mempengaruhi tingkat keterampilan pekerja, maka keterampilan atau kemampuan pekerja senantiasa harus ditingkatkan, melalui program-program pelatihan, kebugaran, dan promosi kesehatan. Peningkatan kemampuan tenaga kerja ini akhirnya akan berdampak terhadap peningkatan produktivitas kerja. Program perbaikan gizi melalui pemberian makanan tambahan bagi tenaga kerja, terutama bagi pekerja kasar misalnya, adalah merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Penyebab Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan.Biasanya kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah dari kelalaian kita, ini menyebabkan, kerugian material dan penderitaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat.
Kecelakaan di laboratorium dapat berbentuk 2 jenis yaitu :
1. Kecelakaan medis, jika yang menjadi korban pasien
2. Kecelakaan kerja, jika yang menjadi korban petugas laboratorium itu sendiri
Penyebab kecelakaan kerja dapat dibagi dalam kelompok :
1. Kondisi berbahaya (unsafe condition), yaitu yang tidak aman dari :
a. Mesin, peralatan, bahan dan lain-lain
b. Lingkungan kerja
c. Proses kerja
d. Sifat pekerjaan
e. Cara kerja
2. Perbuatan berbahaya (unsafe act), yaitu perbuatan berbahaya dari manusia yang dapat terjadi antara lain karena:
a. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan pelaksana
b. Cacat tubuh yang tidak kentara (bodily defect)
c. Keletihanan dan kelemahan daya tahan tubuh.
d. Sikap dan perilaku kerja yang tidak baik

Contoh-contoh kecelakaan Kerja
1. Terpeleset, ini juga biasa terjadi dilaoratorium, akibatnya terjadi memar ataupun fruktura
2. Kecelakaan waktu pengambilan sampel: biasanya tertusuk jarum dan memungkinkan tertulaar penyakit
3. Terjadi kebakaran dari bahan kimia yang berada dilaboratorium
4. Keracunan dari bahan kimia
5. Kesalahan dalam pemeriksaan
6. Tersengat listrik
7. Terkena pecahan alat yang terjatuh,
Dari semua contoh kecelakaan diatas, penulis menyimpulkan beberapa cara untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
1. Menggunakan alat pelindung diri
2. Memisahkan bahan-bahan kimia yang berbahaya
3. Menimpan dengan baik bahan/sampel yang berbahaya
4. Memisahkan sampah antara yang sekiranya infeksius dan tidak
5. Pemberian pencahayaan yang cukup pada ruang kerja
6. Penyediaan tanda-tanda peringatan berbahaya
7. Tersedianya alat pemadam kebakaran,dsb
Sesungguhnya masih banyak hal yang dapat mencegah kecelakaan, tetapi penulis mencantumkann hal yang sekiranya penting.Karena dengan pencegahan inilah semua kecelakaan akan berkurang ataupun tidak ada kecelakaan. Dengan berkurangnya kecelakaan, kerugian yang tercipta akan berkurang dan sekaligus mebuat suasaba kerja menjadi aman dan produktifitas kerjapun akan tercipta.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HIGIENE DAN SANITASI

HIGIENE DAN SANITASI
A. Higiene
1. Definisi higiene
a. Definisi secara umum
Kata “higiene” berasal dari bahasa yunani yang artinya ilmu untuk membentuk dan menjaga kesehatan (Streeth, J.A. and Southgate,H.A, 1986). Dalam sejarah yunani, higiene berasal dari nama seorang dewi yaitu Hygea (dewi pencegah penyakit). Pengertian higiene ada beberapa,yang intinya sama yaitu :
1) Menurut Brownell, higiene adalah bagaimana caranya orang memelihara dan melindungi kesehatan.
2) Menurut Gosh, higiene adalah suatu ilmu kesehatan yang mencakup seluruh factor yang membantu/mendorong adanya kehidupan yang sehat baik perorangan maupun melalui masyarakat
3) Higiene adalah ilmu yang mengajarkan cara-cara untuk mempertahankan kesehatan jasmani, rohani dan sosial untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil kesimpulan pengertian higiene adalah suatu usaha kegiatan pencegahan yang menitikberatkan usahanya pada kegiatan-kegiatan yang mendukung kebersihan, kesehatan, dan keselamatan jasmani maupun rohani manusia dan juga lingkungan hidup sekitarnya.


b. Definisi higiene laboratorium
Higiene laboratorium adalah suatu usaha kegiatan yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di dalam laboratorium, agar suatu laboratorium layak digunakan untuk kegiatan pemeriksaan, penelitian atau kegiatan lainnya sehingga tidak mempengaruhi aktifitas tenaga kerja maupun hasil penelitian yang dilakukan di dalamnya.
2.Ruang lingkup higiene
a.Higiene personal
1) Definisi higiene personal
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis seseorang. Kebersihan itu sendiri dangat dipengaruhi oleh nilai individu dan kebiasaan. Hal-hal yang sangat berpengaruh itu di antaranya kebudayaan , sosial, keluarga, pendidikan, persepsi seseorang terhadap kesehatan, serta tingkat perkembangan.
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum.
Personal Higiene berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan higiene berarti sehat jadi higiene personal adalah suatu usaha perawatan diri untuk memelihara dan mempertahankan kesehatan diri seseorang baik untuk kesehatan fisik maupun psikis.

2) Tindakan higiene personal di laboratorium
Contoh tindakan higiene personal dilaboratorium :
a) Menggunakan alat pelindung diri ( APD ) saat melakukan penelitian, contohnya : sarung tangan, masker, jas laboratorium, alas kaki tertutup, dll
b) Tidak makan atau minum di dalam laboratorium
c) Tidak meletakkan zat-zat berbahaya di sembarang tempat
d) Tidak memegang alat yang menggunakan arus listrik saat tangan basah
e) Mencuci tangan dan menggunakan antiseptik sesering mungkin,setelah bekerja dan sebelum makan.
f) Mensterilkan ohse atau alat-alat yang digunakan setelah selesai bekerja.
g) Tidak memakai perhiasan atau melepas perhiasan karena akan menimbulkan kontaminasi mikrobiologis secara tidak langsung atau kontaminasi fisik.
3)Tujuan personal higiene
a) Meningkatkan derajat kesehatan seseorang
b) Memelihara kebersihan diri seseorang
c) Memperbaiki higiene personal yang kurang
d) Mencegah penyakit
b.Higiene umum
1) Definisi higiene umum

Higiene umum adalah Usaha kesehatan pencegahan yang menitikberatkan pada usaha kesehatan perorangan di lingkungan umum, seperti di pasar atau supermarket, lingkungan kerja(kantor, rumah sakit, dan laboratorium).
2) Tindakan higiene umum di laboratorium
a) Dilarang merokok
(1) Rokok dapat bereaksi dengan bahan kimia yang mudah terbakar
(2) Rokok dapat terkontaminasi mikroba yang terdapat dalam sampel pemeriksaan
(3) Mengganggu kenyamanan pasien maupun petugas laboratorium lainnya.
b) Setelah melakukan pemeriksaan, meja praktikum dibersihkan menggunakan desinfektan (kreolin),peralatan disterilkan.
c) Menggunakan inkas ketika melakukan pemeriksaan bakteriologi, agar mencegah percikan dorplet.
d) Meletakan sampel pada tempatnya, sehingga tidak membahayakan petugas laboratorim yang lainnya.
e) Menyimpan reagen-reagen yang berpotensi bahaya bagi kesehatan maupun keamanan laboratorium pada tempatnya.

B. Sanitasi
1.Definisi Sanitasi
a.Definisi sanitasi secara umum
Definisi sanitasi menurut beberapa ahli, yaitu:
1) Menurut Dr.Azrul Azwar. MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat
yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor

lingkungan yang mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
2) Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap factor-faktor
lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
3) Menurut Ehler dan Steel (1958) sanitasi adalah usaha pencegahan
Penyakit, dengan cara menghilangkan atau mengawasi faktor-faktor lingkungan yang merupakan perantara pemindahan penyakit.
4) Sedangkan batasan WHO, yang dimaksud dengan sanitasi lingkungan adalah usaha pengawasan terhadap lingkungan fisik manusia yang dapat atau mungkin dapat memberikan akibat yang merugikan kesehatan jasmani, dan kelangsungan hidupya.

Dari beberapa pengertian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan sanitasi adalah usaha pecegahan penyakit yang menitikberatkan kegiatannya pada usaha-usaha kesehatan lingkungan hidup.
b.Definisi sanitasi laboratorium
Usaha pencegahan atau pengawasan terhadap lingkungan laboratorium yang mungkin dapat memberikan akibat yang merugikan kesehatan jasmani dan kelangsungan hidupnya.
2. Ruang lingkup sanitasi
a.Sanitasi air
1) Definisi sanitasi air
Sanitasi air adalah upaya untuk menjaga kebersihan dan kesehatan air dari pembuangan limbah manusia untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.


2) Tindakan sanitasi air di laboratorium
a) Melakukan pengelolaan terhadap limbah medis terutama yang berbentuk cair agar tidak mencemari air atau lingkungan sekitar dengan cara mengelompokkannya berdasarkan potensi yang terkandung dalam limbah tersebut
Contohnya:
(1) Limbah infeksius
Limbah dari pasien yang memiliki penyakit menular ,seperti limbah sampel typus, hepatitis, AIDS, TBC, dan penyakit menular lainnya.Maka limbah tersebut harus diseterilkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran pembuangan.
(2) Limbah kimia
Limbah dari bahan-bahan kimia yang berbahaya,limbah tersebut harus diolah lebih dahulu sebelum dibuang ke saluran pembuangan agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.

(3) Limbah organik dan anorganik : tingkat kandungannya dapat ditentukan dengan uji air kotor pada umumnya seperti BOD, COD, pH,mikrobiologik dan parameter yang lainnya
(4) Menjaga pengelolaan dan penyediaan air bersih agar tidak
terkontaminasi oleh bakteri nosocomial.
(5) Limbah rumah sakit bisa mengandung bermacam-macam mikroorganisme, tergantung jenis rumah sakit, tingkat pengolahan yang dilakukan sebelum dibuang dan jenis sarana prasarana yang tersedia.



b.Sanitasi Lingkungan
1) Definisi Sanitasi Lingkungan
Sanitasi lingkungan adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatan kesehatan manusia.

2) Tindakan sanitasi lingkungan
Contoh lingkungan yang perlu menjadi perhatian tingkat sanitasinya oleh seorang analis kesehatan yang bertugas sebagai pelaksana/penyelia teknis operasional di laboratorium kesehatan maupun sebagai penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan, adalah:
a) Kolam renang
Kolam renang yang ideal adalah yang memenuhi syarat-syarat antara lain:
(1) keamanan
Faktor keamanan walaupun di luar wawasan sanitasi tetapi hal ini cukup penting untuk diperhatikan.Kolam renang seharusnya ada bagian pengamanan, salah satu tujaannya untuk memberikan pertolongan jika ada kecelakaan seperti tenggelam.
(2) kebersihan
Kebersihan erat sekali hubungannya dengan kesehatan,terutama faktor penularan penyakit di kolam renang.Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan adalah semua penyakit “food and water borne disease” antara lain, penyakit mata,penyakit kulit, hepatitis, dan

penyakit yang berhubungan dengan pencernaan (muntah berak, typhus, diare
b) Supermarket/Plasa
Berdirinya supermarket, berhubungan dengan kebutuhan manusia yang selalu cenderung beraneka ragam dan kemauan manusia untuk berkrja secara efisien.
Fasilitas yang brhubungan dengan sanitasi dan kesehatan/kebersihan adalah:
(1) WC umum
(2) Tempat sampah
(3) Sistem pengamanan baik tangga, tangga berjalan, dan lift serta bahaya kebakaran
(4) Kebersihan/sistem drainase dari rumah makan
Supermarket biasanya menjual dagangan bahan makanan.Bahan makanan tersebut ada yang segar dan ada yang diawetkan. Bahan makanan yang segar (sayur mayur,buah-buahan) harus dijaga suhunya agar tidak cepat membusuk
Untuk bahan makanan yang diawetkan seperti makanan/minuman dalam kaleng atau botol harus disertakan label, label tersebul berisi:
(1) Terbuat dari apa
(2) Apa bahan pengawetnya
(3) Kapan mulai dibuat
(4) Kapan waktu kadaluarsanya

Dengan informasi tersebut, maka konsumen akan lebih merasa aman.Sebab bahaya makanan dalam kaleng adalah, adanya bakteri anaerobik (Chlostridium Botulinum) yang dapat menyebabkan “botulism” yang mematikan.
c) Tindakan sanitasi lingkungan di laboratorium
(1) Melakukan pengolahan terhadap limbah laboratorium yang dapat berasal dari berbagai sumber :
(a) Bahan baku yang sudah kadaluarsa
(b) Bahan habis pakai ( medium perbenihan yang tidak terpakai )
(c) Produk proses di dalam laboratorium ( misal sisa spesimen )
(d) Produk upaya penanganan limbah ( misal jarum suntik sekali pakai setelah di autoclave )
(2) Melakukan sterilisasi ruangan
c.Manfaat sanitasi lingkungan
Beberapa manfaat dapat kita rasakan apabila kita menjaga dan memperhatikan sanitasi di lingkungan laboratorium kesehatan , misalnya:
1) Mencegah penyakit menular.
2) Mencegah kecelakaan kerja.
3) Menghindari pencemaran.
4) Mengurangi jumlah presentase sakit di tempat kerja.
5) Lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TERATOGENESIS

TERATOGENESIS

A. Definisi Teratogenesis
Teratogen adalah suatu obat atau zat yang menyebabkan pertumbuhan janin yang abnormal. Kata teratogen berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘teratos’, yang berarti monster, dan ‘genesis’ yang berarti asal.
Jadi teratogenesis, didefinisikan sebagai asal terjadinya monster atau proses gangguan proses pertumbuhan yang menghasilkan monster.
Dalam istilah medis, teratogenik berarti terjadinya perkembangan tidak normal dari sel selama kehamilan yang menyebabkan kerusakan pada embrio sehingga pembentukan organ- organ berlangsung tidak sempurna (terjadi cacat lahir).
Ilmu yang mempelajari tentang teratogenesis adalah teratologi. Teratologi adalah studi tentang kelainan perkembangan fisiologi.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya teratogenesis adalah teratogen.


Prinsip-Prinsip Teratologi
1. Prinsip-prinsip teratologi pertama kali dirumuskan oleh Wilson pada 1959 dan telah teruji oleh perjalanan waktu. Prinsip ini meliputi Kerentanan terhadap teratogenesis tergantung pada genotif konseptus dan cara komposisi genetic ini berinteraksi dengan lingkungan. Genom ibu jugs penting dalam hal metabolism obat, ketahanan terhadap infeksi, dan proses-proses biokimiawi serta molukuler lainnya yang akan mempengaruhi perkembangan konseptus.
2. Kerentanan terhadap teratogen berbeda-beda menurut stadium perkembangnan saat paparan. Masa yang paling sensitive untuk timbulnya cacat lahir adalah masa kehamilan minggu ketiga hingga kedelapan , yaitu masa embriogenesis. Masing-masing sistem organ mungkin mempunyai satu atau beberapa stadium kerentanan. Contohnya, palatoskisis dapat terbentuk pada tingkat blastokista (hari ke-6), masa gastrulasi (hari ke-14), pada tingkat tunas tungkai dini (minggu ke-5), atau ketika bilah-bilah palatum sedang terbentuk (minggu ke-7). Selanjutnya, meskipun kebayakan kelainan terjadi selama masa embriogenesis, cacat bisa juga terjadi sebelum atau sesudah masa ini, sehingga tidak ada satu masa yang benar-benar aman.
3. Manifestasi perkembangan abnormal tergantung pada dosis atau lamanya paparan terhadap suatu teratogen.
4. Teratogen bekerja dengan cara (mekanisme) yang spesifik pada sel-sel dan jaringan yang sedang berkembang untuk memulai embriogenesis (patogenesis) yang abnormal.
5. Manifestasi perkembangan abnormal adalah kematian, malformasi, keterlambatan pertumbuhan, dan gangguan fungsi.

B. Macam-Macam Teratogenesis

Dalam Teratogenesis dapat di kelompokkan menjadi beberapa macam, sesuai penyebabnya antara lain :


a) Kembar Dempet
Kembar dempet yang ringan disebut kembar siam sedangkan kembar yang parah disebut monster double atau duplex.
Kembar dempet berasal dari 2 kemungkinan
1. Tak sempurnanya pembelahan primitive streake kiri kanan
2. Tak sempurnanya lapis benih membelah

Contoh kembar dempet :
• Thoracopagus (dada bertaut).
• Eraniopagus (kepala bertaut).
• Phygopagus (pinggul bertaut).
b) Teratoma
Tumor yang mengandung jaringan derivet 2 (tiga lapisan benih).
c) Cacat Fisik saat Lahir
• Kurang jari-jari tangan ,kaki,dan organ-organ pital.
d) Teratologi
Cacat terjadi karena:
1. Gangguan pertumbuhan kuncup suatu alat
2. Terhenti pertumbuhan di tengah jalan
3. Kelebihan pertumbuhan
4. Salah arah differensiasi
C. Faktor Penyebab Teratogenesis

1.Faktor Lingkungan
 Agen-agen infektif Rubella atau Campak Jerman
Virus rubella dapat menyebabkan malformasi pada mata (katarak dan mikroftalmia), telinga bagian dalam (tuli kongential krena kerusakan alat korti), jantung (duktus arteriosus persisten dan kebocoran sekat atrium dan ventrikel), dan kadang-kadang gigi (lapisan email). Virus tersebut mungkin piula menimbulkan beberapa peristiwa cacat otak dan keterbelakangan mental. Virus ini juga menyebabkan keterlambatan pertumbuhan di dalam rahim, kerusakan miokardium, dan cacat-cacat vaskular. Sitomegalovirus benar-benar sudah di pastikan menyebabkan malformasi dan infeksi janin kronis, yang terus berlangsung sampai setelah lahir. Penyakit inklusi sitomegali congenital sangat mungkin di sebabkan infeksi sitomegalovirus manusia yang didapat di dalam rahim dari
seorang ibu yang terjangkit namun tanpa memperlihatkan gejala.
Gejala-gejala utama virus ini adalah mikrosefali, perkapuran otak, kebutaan dan korioretinitis dan hepatosplenomegali. Beberapa bayi menderita kernikterus dan banyak pendarahan kecil (petekia) pada kulit.

 Virus Herpes Simpleks
Kelainan-kelainan akibat virus ini adalah mikrosefali, mikroftalmus, displasia retina, pembengkakan hati dan limpa, dan keterbelakangan jiwa. Ciri-ciri penyakit virus ini adalah reaksi-reaksi peradangan.
 Varisela (cacar air)
Kira-kira ada sekitar 20% kesempatan kelainan kongenital yang terjadi kalau ibu terinfeksi varisela pada trimester pertama kehamilan. Cacatnya antara lain hipoplasia tungkai, keterbelakangan jiwa dan atrofi otot.


 Virus Imunodefisiensi Manusia (HIV)
Virus ini menyebabkan penyakit imunodefesiensi akuisita (AIDS) dan bisa ditularkan pada janin. Virus ini tampaknya bukan merupakan teratogen besar, meskipun telah dikaitkan dengan mikrosefali, keterbelakangan jiwa dan wajah yang abnormal.



 Infeksi Virus Lainnya dan Hipertermia
Malformasi yang terjadi setelah ibu mengalami infeksi campak, parotitis, lihepatitis, poliomielitis, cacar air, virus ECHO, virus Coxsackie dan influenza. Sebuah factor penyulit yang ditimbulkan oleh mereka dan agen-agen infeksi lainnya kebanyakkan adalah pirogenik dan peninggian temperature tubuh (hipertermia) ini bersifat teratogen. •
 Toksoplasmosis
Infeksi parasit protozoa Toxoplasma gondii pada ibu yang didapatkan dari daging yang kurang matang, binatang peliharaan (kucing) dan tanah yang tercemar oleh tinja. Anak yang terserang dapat mengalami kalsifikasi otak, hidrosefalus, atau keterbelakangan jiwa, khorioretinitis, mikroftalmos, dan cacat mata.


 Sifilis
Sifilis semakin besar angka kejadiannya dan mungkin menjadi penyeban tuli kongenital dan keterbelakangan jiiwa pada anak-anak yang lahir. Disamping itu banyak organ lain seperti paru dan hati, mengalami fibrosis difus.
 Radiasi
Efek teratogen radiasi pengion telah diketahui sejak bertahun-tahun lalu, dan telah diketahui benar
bahwa mikrosefali, cacat tengkorak, spina bifida, kebutaan, celah palatum, dan cacat anggota badan dapat terjadi karena pengobatan wanita hamil dengan sinar-x atau radium dosis tinggi.

 Zat-zat Kimia
Zat-zat kimia dan obat-obat farmasi dapat berakibat kecacatan janin, misalnya: minuman beralkohol (etanol), jenis psikotropik dan narkotik (nitrazepam atau mogadon).
Contoh yang terbaik adalah talidomid, sejenis pil anti muntah dan obat tidur. Cacat yang ditimbulkan oleh talidomid adalah tidak terbentuknya atau kelainan yang nyata pada tulang panjang, atresia usus, dan kelainan-kelainan jantung. Kemudian beberapa tahun yang lalu, ditemukan di Jepang bahwa sejumlah ibu, yang makanan terutamanya terdiri dari ikan, melahirkan anak dengan banyak gejala neurologik yang mirip dengan kelumpuhan serebral. Pemeriksaan lebih jauh mengungkapkan bahwa ikan tersebut mengandung kadar air-raksa organik yang terlalu tinggi yang merupakan limbah dari pabrik-pabrik besar ke teluk Minamata dan perairan Jepang lainnya.

 Defisiensi nutrisi
Sekalipun banyak macam defisiensi nutrisi, khususnya kekurangan vitamin, telah terbukti bersifat teratogenik pada banyak percobaan, belum ada bukti yang nyata bahwa keadaan ini teratogenik pula bagi manusia. Kecuali kretinisme endemik, yang berhubungan dengan kekurangan yodium pada ibu, tidak ditemukan analogi antara percobaan pada binatang dan manusia.

2.Faktor Kromosom dan Genetik
• Kelainan Jumlah
Sel somatik manusia normal mengandung 46 kromosom, gamet normal mengandung 23. Sel-sel somatik normal adalah diploid atau 2n, gamet normal adalah haploid atau n. Euploid menunjukkan kelipatan n yang pasti, yaitu diploid atau triploid. Aneuploid merujuk pada jumlah kromosom yang tidak euploid dan biasanya dipakai kalau ada satu kromosom ekstra (trisomi) atau kalau satu hilang (monosomi). Aneuploidi disebabkan oleh nondisjunction pada waktu pada waktu meiosis dan mitosis dan bisa mengenai autosom atau kromosom seks.


a. Trisomi 21 (Sindrom Down)
Sindrom down biasanya disebabkan oleh adanya satu kopi ekstra kromosom 21 (trisomi 21). Secara klinis ciri anak penderita Sindrom Down antara lain keterbelakangan mental pertumbuhan,aneka derajat keterbelakangan jiwa, kelainan kraniofasial, termasuk mata miring ke atas , lipat-lipat epikantus (lipatan kulit ekstra di sudut medial mata) sindrom ini disebabkan oleh trisomi 21 karena meiosis nondisjunction dan 75% diantaranya nondisjunction terjadi saat pembentukan oosit.
b. Trisomi 18
Penderita dengan susunan kromosom ini memperlihatkan cirri-ciri sebagai berikut : keterbelakangan jiwa, cacat jantung congenital, telinga yang letaknya rendah dan fleksi jari-jari dan tangan. Selain itu penderita seringkali memperlihatkan rahang kecil(mikrognatia), anomaly ginjal dan sidaktili. Angka kejadian kelainan ini kira-kira 1 setiap 5000 bayi baru lahir dan umumnya meninggal pada usia 2 bulan.
c. Trisomi 13
Kelainan utama sindrom ini adalah keterbelakangan jiwa, cacat jantung congenital, tuli, bibir sumbing, dan palatoskisis dan cacat-cacat mata misalnya : mikroftalmia, anoftalmia, dan koloboma. Angka kejadian kelainan ini kira-kira 1 setiap 15.000 kelahiran hidup dan umumnya meninggal pada usia 3 bulan.
d. Sindrom Klinefelter
Gambaran klinis sindrom klinefelter yang hanya ditemukan pada pria dan biasanya diketahui pada saat pubertas adalah kemandulan , atrofi testis, hialinisasi tubuli seminiferi dan kebanyakan mengalami ginekomastia. Angka kejadiannya kira-kira 1 diantara 500 orang pria. Penyebab yang paling sering adalah tidak berpisahnya anggota pasangan homolog XX
e. Sindrom Turner

Sindrom turner, ditemukan pada wanita yang ditandai dengan tidak adanya ovarium (disgenesis gonad) dan tubuh yang pendek, leher yang berselaput, limfedema anggota badan, cacat rangka, dan dada lebar dengan putting susu lebar.kira-kira 55% penderita adalah monosomi untuk kromosom X dan kromatin negative karena terjadi nondisjunction. Pada 75% dari kasus ini, nondisjunction gamet pria yang menjadi penyebab. Tetapi, pada kasus sisanya, kelainan structural kromosom X (15%)
atau monosaikisme (30%) menjadi penyebab sindrom ini.

f. Sindrom Tripel X
Penderita sindrom tripel X selalu infantil, dengan menstruasi yang sedikit sekali dan sedikit keterbelakangan jiwa. Mereka mempunyai 2 badan kromatin seks didalam selnya.

• Kelainan-kelainan Struktural
Kelainan-kelainan structural kromosom bias mengenai 1 atau beberapa kromosom dan biasanya disebabkan karena pemecahan oleh kromosom. Pemecahan disebabkan oleh factor- faktor lingkungan semacam virus, radiasi dan obat. Akibat pecahnya kromosom ini, 1tergantunh dari apa yang terjadi pada potongan-potongan pecahan tersebut. Pada beberapa kasus, potongan suatu kromosom hilang dan bayi kehilangan sebagian kromosom tertsebut menjadi abnormal. Suatu sindrom terkenal yang disebabkan kehilangan sebagian lengan pendek, kromosom 5 adalah sindrom cri-du-chat. Anak tersebut kalau menangis menyerupai suara kucing, mikrosepali, keterbelakangan jiwa, dan penyakit jantung kongenital. Telah banyak sindrom lain, yang relative jarang dijumpai, diketahui disebabakan kehilangan sebagian kromosom. Delesi mikro, hanya terbatas beberapa gen sebelah menyebelah, bias juga terjadi. Tempat-tempat terjadinya pengapusan ini disebut sebagai kompleks gen bersebelahan dan dapat dikenali dengan teknik pemitaan kromosom berresolisi tinggi. 1 contoh mikrodelesi adalah lengan panjang kromosom 15 (15q11-15q13). Diturunkannya pengapusan kromosom ini pada kromosom ibu mengakibatkan sidrom Angelman, dan anak tersebut mengalami keterbelakangan jiwa, tidak dapat berbicara, memperlihatkan perkembangan motorik yang buruk dan mudah terserang serangan tertawa tanpa sebab dan terus menerus. Kalau cacat ini diturunkan pada kromosom ayah, timbullah sindrom Prader-Will dan individu yang mengalaminya
mempunyai tanda-tanda hipotonia, obesitas, keterbelakangan jiwa, hipogonadisme, dan kroptorkhidismus. Kasus-kasus yang memperlihatkan gambaran yang berbeda, tergantung apakah
bahan genetiknya diturunkan dari ibu atau dari ayah, menggambarkan cetakan genetiknya.
• Gen-gen Mutan
Banyak cacat kongenital pada manusia yang diturunkan, dan beberapa diantaranya jelas mengikuti pola mendel. Pada banyak kasus, kelainan dapat langsung disebabkan oleh perubahan pada satu buah gen saja, karena itu dinamakan mutasi gen tunggal. Kecuali kromosom X dan Y pada laki-laki, gen membentuk pasangan-pasangan atau alel, sehingga terdapat dua dosis untuk setiap penentu genetik, satu dari ibu dan satu dari ayah. Kalau sebuah gen mutan menghasilkan suatu kelainan pada satu dosis, meskipun terdapat satu alel normal, keadaan ini adalah mutasi
dominan. Kalau kedua alel harus abnormal (dosis ganda) atau kalau mutasi yang terjadi adalah terkait-X pada laki-laki, keadaan ini adalah mutasi resesif. Disamping menyebabkan malformasi kongenital, kerja gen yang cacat menyebabkan banyak sekali kesalahan-kesalahan metabolism kongenital. Penyakit-penyakit ini, diantaranya yang paling terkenal adalah fenilketonuria, homosistinuria dan galaktosemia, sering kali disertai oleh atau menyebabkan berbagai derajat keterbelakangan jiwa.

• Kerja Zat-zat Teratogen
1.Tingkat perkembangan mudigah menentukan kepekaannya terhadap faktor-faktor teratogenie.
2. Pengaruh factor teratogenie tergantung pada genotif.
3. Zat teratogenie bekerja dengan cara khusus pada segi tertentu metabolisme tertentu.

D. Cara Penanggulangan dan Pencegahan

1.Banyak mengonsumsi makanan-makanan yang memiliki gizi yang baik seperti sayur, buah-buahan, susu, dan lain-lain
2.Kurangi mengkonsumsi zat-zat kimia seperti alkohol,
antibiotik berlebih, rokok, obat-obatan
3.Hindari berbagai macam radiasi seperti sinar X
4.Waspadai virus-virus yang sedang berkembang di lingkungan sekitar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Alat-alat laboratorium dan fungsinya

INSTRUMENTASI LABORATORIUM KESEHATAN

I. Pembagian Alat Laboratorium Laboratorium berdasarkan macam-macam alat dan kegunaannya :

1. Alat-alat optik, misalnya :
 Mikroskop 
Melihat benda/zat yang sangat kecil
 Polarimeter 
Cara analisa berdasarkan pengukuran sudut putaran sinar terpolarisasi oleh senyawa transparan dan optis aktif
 Refraktometer 
Mengukur Indeks bias suatu larutan dan kadar suatu zat
2. Alat-alat listrik, misalnya :
 SpektrioFotometer 
Alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi.
 Potensiometer 
Penentuan aktivitas ion melalui pengukuran bebas arus potensial elektrik antar perubahan indikator dan elektro pembanding
 Waterbath 
Memanaskan suatu bahan / material berupa pelarut organik pada suhu yang konstan tidak lebih dari 100oC dan tekanan udara 1 atm
 Incubator 
Alat untuk inkubasi suatu bahan atau zat
 Oven 
Alat untuk sterilisasi Kering , panas dan tanpa tekanan.
 Autoclave 
Alat steril yang menggunakan uap air yang bertekanan

3. Alat-alat mekanik, misalnya :
 Neraca 
Alat untuk mengukur massa suatu benda
 Centrifuge 
Alat untuk memutar suatu benda atau bahan dengan kecepatan sudut yang tinggi sehingga timbul percepatan radial yang setara dengan percepatan gravitasi
 Automatic pipet
4. Alat-alat Ukur, misalnya :
 Viscometer 
Untuk mengukur kekentalan suatu larutan
5. Alat-alat gelas, misalnya :
 Buret
 Ekstrasi
 Evaporator dan
 alat-alat gelas lainnya.

II. Pengukuran metode/ tehnik biasanya berdasarkan sifat fisika, miskipun metode tersebut sangat tergantung pada sifat kimia bahan yang dianalisa.

Pengukuran berdasarkan Sifat fisika :

No Sifat fisika Metode
1. Massa = Gravimetri
2. Volume = Volumetri / titrimetri
3. Penyerapan cahaya = Spektrofotometri, kolorimetri
4. Pancaran cahaya = Spectroscopi emisi,Fotometri nyala, dan Fluorescen
5. Penyebaran cahaya = Turbidimetri
6. Pembiasan cahaya = Refraktometri
7. Pemutaran bidang cahaya = Polarimetri
8. Tegangan listrik = Potensiometri
9. Hantaran listrik = Konduktometri
10. Arus listrik = Polarogravi, Amperometri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

kation golongan V ( Magnesium, Natrium, Kalium, Ammonium )

PEMISAHAN KATION GOLONGAN V

Uapkan filtrat gol. V sampai kental.
Tambahkan HNO3 pekat, panaskan sampai kering dan menimbulkan asap putih (a)
Larutkan endapan dalam 3-4 ml aqua, aduk, panaskan lalu disaring (b)

Endapan
Larutkan dalam beberapa tetes HCL 2N, encerkan dengan air dan lakukan reaksi-reaksi terhadap Mg.
Lart. + sedikit NH4Cl + lar.NH3 sampai alkalis + lar. Na2HPO4, kocok jika terjadi endapan putih dari [Mg (NH4) PO4 6 H2O] berarti Mg2- ada Lart. + NH4Cl + Lar. Oxin dalam Ammonia, panaskan jika terjadi endapan kuning berarti Mg2+nya ada.

Filtrat (dibagi 2)
Bagian I :
+ reagen Zn Uranyl Acetat, kocok dan diamkan. Jika terjadi endapan kuning berarti Na+ nya ada. Dapat ditegaskan dengan reaksi nyala kuning.
Bagian II :
+ lar. Na3 [Co(NO2)6] + beberapa tetes Hac, encerkan terjadi endapan kuning berarti K+ ada. Tegaskan lagi dengan reaksi nyala ungu, bila perlu dengan kaca kobalt.

CATATAN :
Amonium (NH4-) harus diperiksa dengan larutan zat asal dan tidak dapat diperiksa dengan filtrat gol. V, sebab pada pemeriksaan sebelumnya telah beberapa kali ditambahkan Amonia atau garam NH4- sehingga filtrat gol. V tentu akan diketemukan ion NH4+.
Penguapan dan penambahan HNO3 pekat gunanya untuk menghilangkan sisa-sisa Amonium. Jika endapan larut semua maka ini langsung dibagi 3 :
1. Untuk reaksi thd. Mg2+
2. Untuk reaksi thd. Na-
3. Untuk reaksi thd. K+

PENYELIDIKAN KATION-KATION GOLONGAN V (GOLONGAN SISA)

Filtrat dari endapan golongan IV diuapkan sampai hampir kering (perhatikan = jangan sampai kering).
Encerkan dengan air sulung +25 ml.
Kemudian disaring. Filtrat untuk penyelidikan ion-ion golongan V kecuali NH4+.
Endapan dibuang aja.

Uji terhadap adanya ion
1. Ambil sedikit zat asli, larutkan dengan air suling, tambahkan larutan NaOH berlebihan. Panaskan pelan.
Bila ada garam Ammonium maka akan dibebaskan NH3.
NH4+ + NaOH  NH4OH + Na+
NH4OH  NH3 + H2O
Gas NaH3 ini dapat dikenal :
(1) Karena baunya yang khas.
(2) Dapat membirukan kertas lakmus merah (bereaksi alkalis)
(3) Dapat membuat kabut uap HCl
NH3 + HCl  NH4Cl

(Di Laboratorium : jangan sekali-kali menempatkan botol-botol NH4OH dan botol HCl pekat yang terbuka tutupnya saling berdekatan, dapat terjadi kabut di tempat tersebut).
2. Dengan pereaksi Nessler
Pereaksi Nessler mengandung K2HgI4 dalam suasana alkalis KOH. Sedikit bahan asli yang diduga mengandung NH4+ dilarutkan dengan air suling dan ditambah reagen dari Nessler.
Bila terdapat NH4+ akan terjadi endapan kuning sampai coklat.


Uji terhadap adanya Ion K+

a. Sebagian dari larutan untuk Golongan V yang sudah bebas NH4+, ditambah larutan Natrium Kobalnitrit (Na3 [CO(NO2)6]) bila terdapat K+ akan menghasilkan endapan kuning dari K-Na-Kobalnitrit yang tidak larut dalam Asam Asetat Encer.
Pembentuk endapan lebih cepat bila konsentrasi K+ banyak dan dibantu dengan dihangatkan.
Na3[CO(NO2)6] + 2 KCL 
Reaksi ini harus bebas dari ion NH4+, karena NH4+ dapat memberikan reaksi yang sama.

b. Sebagian larutan yang diduga mengandung K+ dan bebas dari NH4+, ditambahkan larutan Asam Tartrat yang agak jenuh, bila terdapat K+ maka secara pelan-pelan akan terbentuk Kristal yang berbentuk batang dari K-tartrat. Dapat dibantu dengan menggosok dinding tabung sebelah dalam.
Reaksi ini harus bebas dari NH4+, sebab NH4+ dapat memberikan hasil yang sama tetapi Na+ tidak berpengaruh.
HOOC – CHOH – CHOH – COOH – KCl 
HOOC – CHOH – CHOH – COOH – KCl
c. Kerjakan reaksi nyala
K+ memberikan nyala ungu (dilihat dengan kaca kobal).

Uji terhadap Ion Na+
a. Larutan yang diduga mengandung ion Na+ yang bereaksi netral, ditambah dengan larutan pekat K-Hidrogen Antimonat (K2H2Sb2O7) maka bila terdapat ion Na+ akan terbentuk endapan putih dari Natrium Hidrogen Antominat (K2H2Sb2O7).
K2H2Sb2O7 + 2 NaCl  2 KCl +
b. Pada kaca obyek letakkan 1 tetes larutan yang diduga mengandung Na+, tambahkan 1 tetes larutan Seng Uranil Asetat, bila terdapat Na+ secara pelan-pelan akar terbentuk kristal kuning yang berbentuk jarum (dilihat di bawah mikroskop).
Reaksi ini harus bebas dari NH4+, sebab NH4+ memberikan hasil yang sama.
NaCl + 3 UO3 (C2H3O2)9 + Zn (C2H3O2)2 + C2H4+O2 

Uji terhadap adanya ion Mg2+
a. Larutan yang diduga mengandung Mg2+ dimasukkan dalam tabung reaksi, tambahkan larutan NH4Cl dan tambahkan NH4OH sampai larutan berbau NH3. Tambahkan larutan Na2HPO4, bila terdapat Mg2+ akan mengendap MgNH4PO4 yang putih.
Mg2+ + NH4+ + PO4 

b. Reaksi dengan Titan Kuning
Pada lempeng tetes letakkan 1 tetes larutan yang diduga mengandung Mg2+, tambahkan 1 tetes larutan Titan Kuning dan 1 tetes larutan NaOH 0,1 N. Bila ada Mg2+ akan terbentuk warna sampai endapan merah.

c. Reaksi dengan Magneson I
Pada lempeng tetes letakkan 1 tetes larutan yang diduga mengandung Mg2+, tambahkan 2 tetes larutan Magneson I dan 1 tetes NaOH 1 N. Bila terdapat Mg2+ akan terbentuk endapan berwarna biru sampai merah ungu, tergantung kadar Mg2+ yang terdapat dalam larutan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS